CORONA: Perutisme VS New Normal

Hari ini agak males bikin postingan sebenernya, namun di kepala kayak mau meledak dengan berbagai ide. Jadi aku tuangin meski agak 'belepotan'.

Sebenernya, ada keresahan di otak ku yang membuat aku agak mual. Dari tatanan new normal yang bener bener tidak normal, sampai kelanjutan bagaimana kelanjutan dari virus corona ini. Dan kenapa ini jadi ganjalan di otak ku, sebab langsung atau tidak aku terlibas dampaknya.
Mungkin sebelum aku cerita akan keselnya akibat pandemi ini, aku akan sedikit cerita yang aku kulik dari berbagai sumber. Dan mohon maaf jika aku tidak mengikuti etika pengkutipan sumber berita, bukan karena males, tapi karena 'caos' sumber yang aku kulik.

Di antaranya, kepikiran dari mana asal muasalnya virus ini, dari yang aku baca. Sampai sekarang  COVID-19 mungkin belum  ditemukan atau mencapai suatu kesimpulan yang pasti. Dari mana wabah virus ini. Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengirim tim ke China untuk menyelidiki asal-usul virus Corona.

Bagaimana, di mana, dan kapan patogen virus itu masuk ke manusia adalah misteri yang belum terpecahkan. Teori yang selama ini beredar adalah bahwa virus Corona COVID 19 yang kemungkinan berasal dari kelelawar. Para ilmuwan mengatakan virus Corona mungkin telah menemukan jalan ke hewan lain, menggeser bentuk genetiknya di sepanjang jalan dan memungkinkan menempel ke sel manusia. Sementara menunjukkan dengan tepat rute virus Corona pertama kali menyebar ke manusia disebut para ahli tidak memungkinkan.

Jadi masih random alasannya ini virus sampai ke tubuh manusia. Saking antiknya, banyak pihak yang mengeklaim bahwa pandemi ini cuma akal akalan belaka. Namun, tetap harus diakui bahwa virusnya itu memang benar ada.

Kepanikan inilah yang membuat banyak negara di dunia mengeluarkan kebijakan masing masing. Karena jika ditilik dari angka penularannya cukup canggih, mampu menyebar ke seluruh dunia dalam hitungan bulan.

Aku menulis ini, sangat jelas karena perusahaan yang tempat aku kerja, jadi tidak bisa berbuat apa apa. Aku bekerja di bidang penyediaan sewa barang event, dari audio, lighting sampai led. Dan aku ada di bagian audio.

Dari awal maret 2020 sampai aku nulis ini, dari event yang sudah masuk semua dibatalkan, dan belum ada event lagi sampai saat ini. Lantas sementara kita yang jadi karyawan hampir semua dirumahkan.

Aku dirumahkan pun, belum tau kapan lagi beraktifitas. Karena kebijakan new normal dari pemerintah, tetap belum mencabut larangan berkumpul dalam suatu event hiburan. Berbanding terbalik dengan berkumpul saat antri BLT.

Harus diakuin, urusan perutisme tidak bisa disandingkan rata dengan kebutuhan hiburan. Akan ada gelora untuk membubarkan paksa jika panggung hiburan nekat diadakan. Meski,  begitulah normatifnya di tengah pandemi ini.

Pada akhirnya, jiwa kalem nan semampailah untuk menundukkan kepala ikhlas. Ikhlas menghadapi polemik kapan semua ini berakhir dan bisa benar normal bukan hanya new normal yang abal abal.

Aku percaya pemerintah juga bingung menghadapi keadaan ini. Diantara kepentingan politik, sosial dan juga ekonomi. Ketiga aspek itulah kebijakan new normal yang aku rasa belum begitu normal.

Yahh.. ini hanya kemuakan ku, bukan menyimpulkan bahwa aku memprotes apa dan siapa. Aku cukup menghela nafas panjang untuk selanjutnya menghirup aroma burjo dari liquid dalam pod mod ku.

Dan cloud itu, yang membuat aku lebih tenang.  Mencoba memahami dari hal hal yang tidak aku pahami saat aku larut dalam aktifitas kerja ku.

Mungkin sekian dulu, celotehan ku kali ini, tetap vaping bukan untuk kalian yang bukan perokok dan belum 21+, terakhir tetap tersenyum dan salam satu asap 💨💨💨

Post a Comment for "CORONA: Perutisme VS New Normal"

❗❗❗ GossiphobiA ❗❗❗